DEMO VIDEO TUGAS AKHIR : TAMPILAN LOGIN WIFI
Paper tugas akhir
Jurnal 1
Jurnal 2
Jurnal 3
Jurnal 4
Jurnal 5
Mengetahui username dan passwd menggunakan software Wireshark
Mengetahui username dan passwd menggunakan software Wireshark
Menginstall Edraw Max menggunakan Teamviewer
Menginstall Edraw Max menggunakan Teamviewer
Permutasi Des (Data Encryption Standard)
Algoritma DES (Data Encryption Standard)
Sebagai salah satu sistem kriptografi simetris, DES tergolong jenis cipher blok. DES dikatakan enkripsi blok karena pemrosesan data baik enkripsi maupun dekripsi, diimplementasikan per blok (dalam hal ini 8 byte). Proses pada algoritma DES terbilang panjang, bahkan jauh lebih panjang daripada Elgamal, tapi pada implementasinya ternyata proses komputasinya dapat berjalan lebih cepat.
Mengapa demikian? karena pada DES tidak ada operasi aritmatika yang berjalan seperti halnya pada Elgamal. Proses yang berjalan pada DES hanya sebatas pergeseran bit-bit pada tiap blok enkripsi/dekripsi.
Skema global yang ada pada algoritma DES, diuraikan sebagai berikut:
a. Blok plainteks dipermutasi dengan permutasi awal (IP, Initial Permutation).
b. Hasil permutasi awal kemudian dienciphering sebanyak 16 kali (16 putaran). Setiap putaran menggunakan kunci internal yang berbeda dengan perhitungan LiRi dengan 1 ≤ i ≤ 16.
c. Hasil enciphering kemudian dipermutasi dengan matriks permutasi balikan (invers initial permutation atau IP-1) menjadi blok cipherteks.
Permutation (IP).
Tujuan
permutasi awal adalah mengacak plainteks sehingga urutan-bit-bit di dalamnya
berubah. Lihat pada gambar dibawah,
Matriks pada Tabel (a) sebagai plainteks
masukan, kemudian dilakukan pengacakan dengan menggunakan matriks permutasi
awal Tabel (b):
![]() |
| Aturan IP (Permutasi Awal) |
![]() |
| Aturan IP invers |
Setelah melewati Permutasi Awal, plainteks yang akan disandikan kemudian dibagi
menjadi dua blok (ditunjukkan dengan warna yang berbeda pada Tabel (b)), yaitu
blok atas dan blok bawah yang masing‐masing
lebarnya 4 byte (32-bit).
Pembangkitan Kunci Internal DES
Pada algoritma DES, dibutuhkan kunci internal sebanyak 16 buah, yaitu K1,
K2,…,K16. Kunci-kunci internal ini dapat dibangkitkan sebelum proses enkripsi
atau bersamaan dengan proses enkripsi. Kunci internal dibangkitkan dari kunci
eksternal yang diberikan oleh pengguna.
Kunci eksternal pada DES panjangnya
64-bit atau 8 karakter seperti pada Tabel (c) dibawah.
Misalkan kunci eksternal yang tersusun atas 64-bit adalah K. Kunci eksternal
ini menjadi masukan untuk permutasi dengan menggunakan matriks kompresi PC-1
seperti pada Tabel (d).
Dalam permutasi ini, tiap-bit kedelapan dari delapan byte kunci diabaikan (Tabel (c) dengan kolom yang berwarna gelap). Hasil permutasinya adalah sepanjang 56-bit, sehingga dapat dikatakan panjang kunci DES adalah 56-bit.
Selanjutnya, 56-bit ini dibagi menjadi 2 bagian, atas dan bawah, yang masing-masing panjangnya 28-bit, dan masing-masing disimpan di dalam C0 dan D0.
C0: berisi-bit-bit dari K pada sisi gelap tabel (d)
D0: berisi-bit-bit dari K pada sisi putih tabel (d)
Selanjutnya, kedua bagian digeser ke kiri (left shift) sepanjang satu atau dua-bit bergantung pada tiap putaran. Jumlah pergeseran pada tiap putaran ditunjukkan pada Tabel (e).
Dalam permutasi ini, tiap-bit kedelapan dari delapan byte kunci diabaikan (Tabel (c) dengan kolom yang berwarna gelap). Hasil permutasinya adalah sepanjang 56-bit, sehingga dapat dikatakan panjang kunci DES adalah 56-bit.
Selanjutnya, 56-bit ini dibagi menjadi 2 bagian, atas dan bawah, yang masing-masing panjangnya 28-bit, dan masing-masing disimpan di dalam C0 dan D0.
C0: berisi-bit-bit dari K pada sisi gelap tabel (d)
D0: berisi-bit-bit dari K pada sisi putih tabel (d)
Selanjutnya, kedua bagian digeser ke kiri (left shift) sepanjang satu atau dua-bit bergantung pada tiap putaran. Jumlah pergeseran pada tiap putaran ditunjukkan pada Tabel (e).
![]() |
| Aturan Permutasi Kompresi PC-1 |
![]() |
| C0 - D0 |
![]() |
| Aturan pergeseran bit pada tiap putaran C1D1 - C16D16 |
![]() |
| C1-D1 sampai C5-D5 |
![]() | |
|
![]() | |
|
![]() | |
|
Misalkan (Ci, Di) menyatakan penggabungan Ci dan Di. (Ci-1, Di-1) diperoleh
dengan menggeser Ci dan Di satu atau dua-bit. Setelah Pergeseran-bit, (Ci, Di)
mengalami permutasi kompresi dengan menggunakan matriks PC-2 seperti pada Tabel
(f).
Dengan permutasi ini, kunci internal Ki diturunkan dari (Ci, Di) yang dalam hal ini Ki merupakan panggabungan-bit-bit Ci pada sisi gelap tabel (f), dengan-bit-bit Di pada sisi putih tabel (f).
Setiap kunci internal Ki mempunyai panjang 48-bit. Proses Pembangkitan kunci-kunci internal dapat dilihat pada gambar berikut ini
Dengan permutasi ini, kunci internal Ki diturunkan dari (Ci, Di) yang dalam hal ini Ki merupakan panggabungan-bit-bit Ci pada sisi gelap tabel (f), dengan-bit-bit Di pada sisi putih tabel (f).
Setiap kunci internal Ki mempunyai panjang 48-bit. Proses Pembangkitan kunci-kunci internal dapat dilihat pada gambar berikut ini
![]() |
| Aturan Matriks PC-2 |
![]() |
| K4-K9 |
![]() |
| K10-K15 |
![]() |
| K16 |
Proses Dekripsi DES
Proses dekripsi terhadap cipherteks merupakan kebalikan dari proses enkripsi. DES menggunakan algoritma yang sama untuk proses enkripsi dan dekripsi. Jika pada proses enkripsi urutan kunci internal yang digunakan adalah K1, K2, …, K16, maka pada proses dekripsi urutan kunci yang digunakan adalah K16, K15, …, K1. Setiap putaran 16, 15, …, 1, keluaran pada proses dekripsi adalah dalam hal ini, (R16, L16) adalah blok masukan awal untuk proses dekripsi.
Blok (R16, L16) diperoleh dengan mempermutasikan cipherteks dengan matriks permutasi IP. Pra-keluaran dari proses dekripsi adalah adalah (L0, R0). Dengan permutasi awal IP-1 akan didapatkan kembali blok plainteks semula. Kunci-kunci dekripsi diperoleh dengan menggeser Ci dan Di dengan cara yang sama seperti pada proses enkripsi, tetapi pergeseran kiri (left shift) diganti menjadi pergeseran kanan (right shift).
Proses dekripsi terhadap cipherteks merupakan kebalikan dari proses enkripsi. DES menggunakan algoritma yang sama untuk proses enkripsi dan dekripsi. Jika pada proses enkripsi urutan kunci internal yang digunakan adalah K1, K2, …, K16, maka pada proses dekripsi urutan kunci yang digunakan adalah K16, K15, …, K1. Setiap putaran 16, 15, …, 1, keluaran pada proses dekripsi adalah dalam hal ini, (R16, L16) adalah blok masukan awal untuk proses dekripsi.
Blok (R16, L16) diperoleh dengan mempermutasikan cipherteks dengan matriks permutasi IP. Pra-keluaran dari proses dekripsi adalah adalah (L0, R0). Dengan permutasi awal IP-1 akan didapatkan kembali blok plainteks semula. Kunci-kunci dekripsi diperoleh dengan menggeser Ci dan Di dengan cara yang sama seperti pada proses enkripsi, tetapi pergeseran kiri (left shift) diganti menjadi pergeseran kanan (right shift).
![]() |
| R1 |
![]() |
| R2 |
![]() |
| R3 |
![]() |
| R4 |
![]() |
| R5 |
![]() |
| R6 |
![]() |
| R7 |
![]() |
| R8 |
![]() |
| R9 |
![]() |
| R10 |
![]() |
| R11 |
![]() |
| R12 |
![]() |
| R13 |
![]() |
| R14 |
![]() |
| R15 |
![]() |
| R16 |
Beuford dan Varian Beuford Cipher
Beuford dan Varian Beuford Cipher
![]() |
| Beuford dan Varian Beuford Cipher |
Teknik Dasar Kriptografi
1. Substitusi Homofonik
Proses: Mengganti setiap unit (character/kelompok character) dengan unit chipertext
Contoh: A diganti denganC, B diganti dengan D
Jenis:
• Alfabet tunggal: satu unit plaintext hanya diganti oleh satu unit ciphertext yang identik
• Alfabet majemuk: satu unit plaintext dapat diganti oleh lebih dari satu unit ciphertext
Poligram
• Mengganti setiap gabungan unit plain text dengan gabungan huruf ciphertext
• Jenis:
–Diagram: gabungan dua unit
–Trigram: gabungan tiga unit
Contoh: AS----RT
2. Blocking
Sistem enkripsi terkadang membagi plaintext menjadi blok‐blok yang terdiri dari beberapa karakter yang kemudian dienkripsikan secara independent
3. Permutasi
Salah satu teknik enkripsi yang terpenting adalah permutasi atau sering juga disebut transposisi. Teknik ini memindahkan atau merotasikan karakter dengan aturan tertentu. Prinsipnya adalah berlawanan dengan teknik substitusi. Dalam teknik substitusi, karakter berada pada posisi yang tetap tapi identitasnya yang diacak. Pada teknik permutasi, identitas karakternya tetap, namun posisinya yang diacak. Sebelum dilakukan permutasi, umumnya plaintext terlebih dahulu dibagi menjadi blok‐blok dengan panjang yang sama.
4. Ekspansi
Suatu metode sederhana untuk mengacak pesanadalahdengan memelarkanpesanitu dengan aturan tertentu. Salah satu contoh penggunaan teknik ini adalah dengan meletakkan huruf konsonan atau bilangan ganjil yang menjadi awal dari suatu kata di akhir kata itu dan menambahkan akhiran "an". Bila suatu kata dimulai dengan huruf vokal atau bilangan genap, ditambahkan akhiran "i".
5. Pemampatan (Compaction)
Mengurangi panjang pesan atau jumlah bloknya adalah cara lain untuk menyembunyikan isi pesan. Contoh sederhana ini menggunakan cara menghilangkan setiap karakter ke‐tiga secara berurutan. Karakter‐karakter yang dihilangkan disatukan kembali dan disusulkan sebagai "lampiran" dari pesan utama, dengan diawali oleh suatu karakter khusus, dalam contoh ini digunakan "&".
6, Super Enkripsi
Caesar Cipher dan Vigènere Cipher
Caesar Cipher adalah salah
satu teknikenkripsi paling sederhana dan paling
terkenal. Sandi ini termasuk sandi substitusi dimana setiap
huruf pada teks terang (plaintext)
digantikan oleh huruf lain yang memiliki selisih posisi tertentu dalam alfabet.
Misalkan
A= 0, B= 1, …, Z= 25, maka secara matematis caesar cipher dirumuskan sebagai berikut:
Enkripsi : ci=E(pi) = (pi+3) mod 26
Dekripsi : pi=D(ci) = (ci–3) mod 26
Jika pergeseran huruf sejauh k, maka:
Enkripsi : ci = E(pi) = (pi+k) mod 26
Dekripsi : pi = D(ci) = (ci–k) mod 26
k = kuncirahasia
Kelemahan: Caesar cipher mudah dipecahkan dengan exhaustive key search karena jumlah kuncinya sangat sedikit (hanya ada 26 kunci).
![]() |
| Caesar Chipper mod 26 |
![]() |
| Caesar Chipper mod 26 |
Vigenere Cipher adalah suatu algoritma
kriptografi klasik yang ditemukan oleh Giovan BattistaBellaso. Termasuk ke dalam cipher abjad-majemuk (polyalpabeticsubstitution
cipher).
• Dipublikasikan oleh diplomat (sekaligus seorang kriptologis) Perancis,
Blaise de Vigènere pada abad 16 (tahun1586).
• Tetapi sebenarnya Giovan Batista
Belaso telah menggambarkannya pertama kali pada tahun 1553 seperti ditulis di dalam bukunya La Cifra del Sig. GiovanBatista Belaso
•
Algoritma tersebut baru dikenal luas 200 tahun kemudian yang oleh penemunya cipher
tersebut kemudian dinamakan Vigènere Cipher
Untuk 256 karakter ASCII, maka :
Enkripsi : ci = E(pi) = (pi+k) mod 256
Dekripsi : pi = D(ci) = (ci–k) mod 256
k = kuncirahasia
![]() |
| Tabel Ascii www.theasciicode.com.ar |
![]() |
| Vigenere Cipher mod 256 |
![]() |
| Hasil Vigenere Cipher mod 256 |
![]() |
| Vigenere Cipher Tabel |
![]() |
| Vigenere Cipher Tabel |
![]() |
| Hasil Vigenere Cipher Tabel |
Encrypt, Decrypt Kriptografi
Enkripsi
Enkripsi (Encryption) adalah sebuah proses menjadikan pesan
yang dapat dibaca (plaintext) menjadi pesan acak yang tidak dapat dibaca
(ciphertext). Berikut adalah contoh enkripsi yang digunakan oleh Julius Caesar,
yaitu dengan mengganti masingmasing huruf dengan 3 huruf selanjutnya (disebut
juga Additive/Substitution Cipher)
Dekripsi
Dekripsi merupakan proses kebalikan dari enkripsi dimana
proses ini akan mengubah ciphertext menjadi plaintext dengan menggunakan
algortima ‘pembalik’ dan key yang sama. Sehingga Kata yang telah di Enkripsi
akan dapat dimengerti oleh pembaca.
Contoh :
Dekripsi
• Cipher Text : ^(*^#@()#($
• Plain Text : Test Only
Istilah Kriptografi
• Encoding : Transformasi dari
plain teks menjadi kode
• Decoding : Transformasi kebalikan dari kode menjadi
plainteks.
• Buku Kode (codebook) : Dokumen yang digunakan untuk
mengimplementasikan suatukode
• Buku kode terdiri dari tabel
lookup(lookuptabel) untuk encoding dan decoding
• Chiper tidak sama dengan kode
(code)
• Kode mempunyai sejarah tersendiri didalam krptografi
• Codebreaker:
Orang yang memecahkan kode (untuk menemukan plainteks)
Pengertian Kriptografi
Kriptografi adalah ilmu sekaligus seni untuk menjaga
keamanan pesan
Praktisi (pengguna kriptografi) disebut kriptografer (
cryptographer ).
Algoritma kriptografi adalah:
◦ aturan/metode untuk enkripsi
dan dekripsi
◦ fungsi matematika yang digunakan untuk enkripsi dan dekripsi.
Kunci adalah parameter yang digunakan untuk transformasi enkripsi dan dekripsi .
Sistem kriptografi (cryptosystem) adalah algoritma kriptografi,
plainteks, cipherteks, dan kunci.
Penyadap adalah orang yang mencoba menangkap
pesan selama ditransmisikan. Nama lain: enemy , adversary , intruder ,
interceptor , bad guy
Kriptanalisis (cryptanalysis) adalah ilmu dan seni
untuk memecahkan cipherteks menjadi plainteks tanpa mengetahui kunci yang
diberikan. Pelakunya disebut kriptanalis.
Kriptologi ( cryptology )
adalah studi mengenai kriptografi dan kriptanalisis.
Kriptografer dan Kriptanalis
• Persamaan kriptografer dan
kriptanalis:
Keduanya sama-sama menerjemahkan cipher teks menjadi plain teks
•
Perbedaan kriptografer dan kriptanalis
Kriptografer bekerja atas legitimasi
pengirim atau penerima pesan.
Kriptanalis bekerja atas nama penyadap yang
tidak berhak.
• Perbedaan kriptografi dan kriptanalis
Kriptografi Ilmu dan Seni untuk menjaga keamanan Pesan.
Kriptanalisis Ilmu dan seni untuk memecahkan cipherteks.
Kriptografi
Merupakan ilmu sekaligus seni untuk menjaga keamanan pesan
(message) dengan cara menyandikannya ke dalam bentuk yang tidak dapat
dimengerti lagi maknanya.
Kata cryptography berasal dari kata Yunani yaitu
“kryptos” yang artinya tersembunyi dan “graphein” yang artinya menulis.
o. Proses menyandikan plaintext menjadi ciphertext disebut
enkripsi (encryption) atau enciphering
o. Proses mengembalikan ciphertext
menjadi plaintextnya disebut dekripsi (decryption) atau deciphering
Pengirim dan Penerima pesan
o. Pesan
o. Plaintext atau Cleartext
o. Pesan dapat berupa data
atau informasi yang dikirim (melalui kurir, saluran komunikasi data, dsb)
o. Pesan dapat disimpan di dalam media perekaman (kertas, storage, dsb).
Komponen Utama Kriptografi
Pada prinsipnya, Kriptografi memiliki 4 komponen utama
yaitu:
o. Plaintext, yaitu pesan yang dapat dibaca
o. Ciphertext,
yaitu pesan acak yang tidka dapat dibaca
• Key, yaitu kunci untuk melakukan
teknik kriptografi
• Algorithm, yaitu metode untuk melakukan enkrispi dan
dekripsi
Tujuan Kriptografi
o. Menjaga kerahasiaan (confidentiality) pesan.
o. Keabsahan pengirim (user authentication).
o. Keaslian pesan (message authentication).
o. Anti-penyangkalan (non-repudiation).
Aspek Keamanan Komputer
o. Privacy / Confidentiality
Menjaga informasi
dari orang yang tidak berhak mengakses.
Privacy : Lebih kearah data-data yang
sifatnya prifat, Contoh: e-mail seorang pemakai (user) tidak boleh dibaca oleh
administrator.
o. Confidentiality
Berhubungan dengan data yang diberikan ke
pihak lain untuk keperluan tertentu dan hanya diperbolehkan untuk keperluan
tertentu tersebut.
Contoh : Data-data yang sifatnya pribadi (seperti nama,
tempat tanggal lahir, social security number, agama, status perkawinan,
penyakit yang pernah diderita, nomor kartu kredit dll) harus dapat diproteksi
dalam penggunaan dan penyebarannya.
Bentuk Serangan : Usaha penyadapan (dengan
program sniffer) • Usaha-usaha yang dapat dilakukan untuk meningkatkan privacy
dan confidentiality adalah dengan menggunakan teknologi kriptografi
o. Integrity
Informasi tidak boleh diubah tanpa
seijin pemilik informasi. Contoh : e-mail di Intercept ditengah jalan, diubah
isinya, kemudian diteruskan ke alamat yang dituju.
Bentuk serangan : adanya
virus, trojan horse, atau pemakai lain yang mengubah informasi tanpa ijin, “man
in the middle attack” dimana seseorang menempatkan diri di tengah pembicaraan
dan menyamar sebagai orang lain.
o. Authentication
Metode untuk menyatakan bahwa
informasi betul-betul asli, atau orang yang mengakses atau memberikan informasi
adalah betul-betul yang dimaksud.
Dukungan :
Adanya Tools membuktikan
keaslian dokumen, dapat dilakukan dengan teknologi watermarking (untuk menjaga
“intellectual property” yaitu dengan menandai dokumen atau hasil karya dengan
“tanda tangan” pembuat) dan digital signature.
Acces control, yaitu berkaitan
dengan pembatasan orang yang dapat mengakses informasi. User harus menggunakan
password biometric (ciri-ciri khas orang), dan sejenisnya.
o. Availability
Berhubungan dengan ketersediaan
informasi ketika dibutuhkan. Contoh hambatan : “denial of service attack” (Dos
attack), dimana server dikirimi permintaan (biasanya palsu) yang bertubi-tubi
atau permintaan yang diluar perkiraan sehingga tidak dapat melayani permintaan
lain atau bahkan sampai down, hang, crash.
Mailbom, dimana seorang pemakai
dikirim e-mail bertubi-tubi (katakan ribuan email) dengan ukuran yang besar
sehingga sang pemakai tidak dapat membuka e-mailnya atau kesulitan mengakses
e-mailnya
o. Acces Control.
Cara pengaturan akses kepada
informasi. Berhubungan dengan masalah authentication dan juga privacy.
Metode
: Menggunakan kombinasi userid/password atau dengan menggunakanmekanisme lain.
o. Non-repudation.
Aspek ini menjaga agar seseorang
tidak dapat menyangkal telah melakukan sebuah transaksi. Dukungan bagi
electronic commerce.
Karakteristik, istilah dan pemahaman cara kerja Hacker
Karakteristik Penyusup
o. The Curios (Si ingin Tahu)
Tertarik menemuan jenis dan data
yang anda miliki.
o. The Malicious (Si Perusak)
Berusaha merusak sistem, atau
merubah web page, atau sebaliknya membuat waktu dan uang anda kembali pulih.
o. The High-Profile (Si Profil Tinggi)
Berusaha menggunakan sistem, untuk
memperoleh popularitas dan ketenaran. Dan juga mungkin menggunakan sistem
profil tinggi anda untuk mengiklankan kemampuannya
o. The Competition (Si
Pesaing)
Penyusup ini tertarik pada data yang anda miliki dalam sistem anda,
ia mungkin seseorang yang beranggapan bahwa anda memiliki sesuatu yang dapat
menguntungkan secara keuangan atau sebaliknya
Istilah Penyusup
o. Mundane
Tahu mengenai hacking tapi tidak mengetahui metode
dan prosesnya.
o. Lamer (script kiddies)
Mencoba script-script yang pernah di buat
oleh aktivis hacking, tapi tidak paham bagaimana cara membuatnya.
o. Wannabe
Paham sedikit metode hacking, dan sudah mulai berhasil menerobos sehingga
berfalsafah ; HACK IS MY RELIGION.
o. Larva (newbie)
Hacker pemula, teknik hacking mulai dikuasai dengan baik, sering bereksperimen.
Hacker pemula, teknik hacking mulai dikuasai dengan baik, sering bereksperimen.
o. Hacker
Aktivitas
hacking sebagai profesi
o. Wizard
Hacker yang membuat komunitas
pembelajaran di antara mereka.
o. Guru
Master of the master hacker, lebih
mengarah ke penciptaan tools-tools yang powerfull yang salah satunya
dapat menunjang aktivitas hacking, namun lebih jadi tools pemrograman system yang
umum.
Cara Kerja si Penyusup
o. Melacak sinyal dari jarak jauh menggunakan kartu jaringan
wireless menggunakan receiver tambahan di luar ruangan.
o. Menjadi unknown tak
dikenal menggunakan firewall bawaan dari produk Microsoft atau peranti lain
seperti ZoneAlarm dari Zone Lab untuk melindungi komputernya dari alat pemindai
balik IDS (Intrusion Detection System).
o. Mendapatkan IP Address, aim entrance
point, dan server DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) menggunakan
aplikasi seperti NetStumbler atau module wireless customer lainnya.
o. Mengeksploitasi kelemahan – kelemahan jaringan wireless dengan cara yang tidak
jauh beda dengan yang dilakukan oleh penyusup jaringan pada umumnya. Biasanya
Attacker mengincar dengan kesalahan-kesalahan umum, misalnya : default IP,
default password
o. Dengan bantuan alat custom analyzer, penyusup melakukan
spot gelombang udara, mengambil contoh information yang ada di dalamnya, dan
mencari MAC Address dan IP Address yang current yang bisa dihubungi.
o. Mencuri
informasi penting dari lalu lintas promosi untuk memetakan jaringan target
Langganan:
Postingan (Atom)
Total Tayangan Halaman
Profil
Popular Posts
Apa yang anda cari ?
Hak Cipta dilindungi oleh 307's. Diberdayakan oleh Blogger.















































